Nelayan Asal Kalipuro Dilaporkan Hilang di Perairan Muncar, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian
- by Admin
- 20 Juli 2026
BanyuwangiNews.com - Cuaca ekstrem yang melanda perairan Banyuwangi kembali menimbulkan musibah. Seorang nelayan asal Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh ke laut ketika perahu yang ditumpanginya diterjang gelombang tinggi disertai angin kencang di Perairan Beringinan, Kecamatan Muncar, Senin (20/7/2026) dini hari.
Korban diketahui bernama Hambali (56). Berdasarkan informasi yang diperoleh dari aparat kepolisian, Hambali berangkat melaut seorang diri dari Tanjung Klatak pada Sabtu (18/7/2026) pagi untuk mencari cumi-cumi di perairan selatan Banyuwangi.
Dalam perjalanan melaut, korban sempat bertemu dengan tiga nelayan lain yang juga berangkat dari Tanjung Klatak menggunakan perahu masing-masing. Mereka bersama-sama menuju kawasan Perairan Beringinan untuk mencari ikan hingga malam hari.

Namun sekitar pukul 01.00 WIB, Senin (20/7/2026), ketiga nelayan tersebut dibuat panik setelah menemukan perahu milik Hambali dalam kondisi terbalik dan mengapung di tengah laut tanpa keberadaan pemiliknya. Dugaan sementara, perahu korban dihantam gelombang besar yang disertai angin kencang sehingga terbalik.
Kanit Wilayah Selatan Satpolairud Polresta Banyuwangi, Aipda I Wayan Wedhana, mengatakan rekan-rekan korban sempat melakukan pencarian secara mandiri di sekitar lokasi kejadian. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil sehingga mereka memutuskan kembali ke darat untuk melaporkan insiden itu kepada petugas.
"Diduga perahu korban diterjang gelombang tinggi dan angin kencang hingga terbalik. Setelah menerima laporan, kami bersama tim SAR gabungan langsung melakukan operasi pencarian terhadap korban," ujar Aipda I Wayan Wedhana.
Pencarian terus dilakukan dengan melibatkan personel Satpolairud, Basarnas, TNI AL, nelayan setempat, dan unsur SAR gabungan lainnya. Tim menyisir perairan sekitar lokasi ditemukannya perahu korban dengan harapan Hambali segera ditemukan.
Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan laut yang terjadi di Banyuwangi dalam sehari. Sebelumnya, kapal nelayan juga dilaporkan terbalik di kawasan Muara Plawangan, Pantai Grajagan, Kecamatan Purwoharjo. Insiden tersebut mengakibatkan dua nelayan meninggal dunia, sementara dua lainnya masih dalam pencarian.
Otoritas mengimbau para nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan dan menunda aktivitas melaut apabila kondisi cuaca di perairan selatan Banyuwangi masih berpotensi terjadi gelombang tinggi serta angin kencang demi menghindari jatuhnya korban berikutnya.
