Kapal Nelayan Terbalik di Muara Plawangan Grajagan, Dua ABK Meninggal dan Dua Masih Dicari

BanyuwangiNews.com - Musibah laut menimpa kapal nelayan di kawasan Muara Plawangan, Pantai Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Senin (20/7/2026) dini hari. Sebuah kapal kayu jenis slerek mini bernama Inovasi terbalik setelah dihantam gelombang saat hendak memasuki muara usai melakukan aktivitas penangkapan ikan.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 04.00 WIB itu melibatkan puluhan anak buah kapal (ABK). Berdasarkan data sementara, sebagian besar penumpang berhasil menyelamatkan diri, namun empat orang sempat dilaporkan hilang akibat kejadian tersebut.

Komandan Pos Angkatan Laut (Posal) Grajagan, Peltu Andik K, mengatakan tim gabungan bersama nelayan segera melakukan operasi pencarian begitu menerima laporan kecelakaan laut tersebut.

Dari proses pencarian, dua korban berhasil ditemukan. Namun keduanya sudah dalam keadaan meninggal dunia. Sementara itu, dua ABK lainnya hingga kini masih belum ditemukan dan pencarian terus dilakukan di sekitar lokasi kejadian.

"Korban yang ditemukan langsung dievakuasi ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lama Grajagan untuk proses identifikasi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga," ujarnya.

Di lokasi kejadian, badan kapal Inovasi masih tampak terbalik di sekitar pintu masuk Muara Plawangan. Proses evakuasi kapal belum dapat dilakukan lantaran kondisi gelombang di perairan selatan Banyuwangi masih cukup tinggi sehingga membahayakan petugas.

Kapolsek Purwoharjo, IPTU Agus Suhartono, membenarkan peristiwa tersebut. Kapal diketahui milik Edi Siswanto, warga Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo.

Korban yang telah teridentifikasi di antaranya Junairi (47), warga Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring, serta Purnomo (60), warga Kecamatan Tegaldlimo. Adapun dua ABK lainnya, yakni Lukman dan Sutris, masih dalam pencarian oleh tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Purwoharjo, Posal Grajagan, Polairud, dan nelayan setempat.

Nahkoda kapal, Mamat (35), warga Dusun Kampungbaru, Desa Grajagan, menuturkan kapal yang dikemudikannya baru kembali dari melaut ketika musibah terjadi.

Menurutnya, saat kapal hendak memasuki jalur Plawangan, datang gelombang besar yang membuat kapal kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terguling.

"Gelombangnya cukup besar. Saat akan masuk Plawangan, kapal langsung terbalik," ungkapnya.

Operasi pencarian terhadap dua korban yang masih hilang terus dilanjutkan dengan menyisir perairan sekitar Muara Plawangan. Sementara itu, pihak berwenang mengimbau para nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi gelombang di perairan selatan Banyuwangi masih relatif tinggi.

Related Post

Tinggalkan Komentar

banyuwanginews.com

Merupakan Media Online yang berada di Banyuwangi dengan mengutamakan informasi yang cerdas, Akurat dan berimbang