Operasi SAR Memasuki Hari Ketiga, Satu Korban Laka Laut Grajagan Belum Ditemukan

BanyuwangiNews.com - Upaya pencarian terhadap satu nelayan yang masih dinyatakan hilang akibat kecelakaan perahu di perairan Pantai Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, terus berlanjut. Memasuki hari ketiga operasi, Rabu (22/7/2026), Tim SAR Gabungan kembali mengerahkan seluruh potensi yang ada untuk menyisir area laut maupun pesisir pantai.

Operasi dimulai sejak pukul 07.00 WIB setelah seluruh personel mengikuti apel dan evaluasi singkat guna menentukan strategi pencarian. Tim kemudian dibagi menjadi dua kelompok pencarian (Search and Rescue Unit/SRU) agar area operasi dapat dijangkau lebih luas dan efektif.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, S.H., M.Si., mengatakan, fokus pencarian masih tertuju pada satu korban yang belum ditemukan, yakni Lukman (25), warga Desa Tegaldlimo, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi.

"SRU pertama melakukan penyisiran di perairan menggunakan Rubber Boat Basarnas dan perahu nelayan dengan metode Parallel Search Pattern pada area pencarian sekitar lima mil laut persegi. Sedangkan SRU kedua melakukan penyisiran visual menyusuri garis Pantai Grajagan ke arah timur sejauh kurang lebih sembilan kilometer," jelas Oka Astawa.

Dari total empat nelayan yang menjadi korban dalam musibah tersebut, tiga orang telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Ketiganya adalah Purnomo (40), Junairi (46), dan Sutris (34). Sementara Lukman hingga Rabu siang masih belum berhasil ditemukan.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur lintas instansi, mulai dari Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, Pos TNI AL Grajagan, Koramil dan Polsek Purwoharjo, Satpolairud Polresta Banyuwangi, Ditpolairud Polda Jawa Timur, BPBD Provinsi Jawa Timur, Damkar Banyuwangi, Dinas Perikanan Grajagan, Pemerintah Desa Grajagan, relawan SAR, organisasi mahasiswa pecinta alam, hingga para nelayan setempat.

Menurut Oka Astawa, sinergi seluruh unsur menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pencarian. Pihaknya berharap korban terakhir dapat segera ditemukan agar keluarga memperoleh kepastian.

Selain itu, Basarnas kembali mengingatkan para nelayan agar tidak mengabaikan kondisi cuaca sebelum melaut. Keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas, terutama saat gelombang tinggi berpotensi terjadi di wilayah perairan selatan Banyuwangi.

Selama operasi berlangsung, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah berawan dengan tinggi gelombang berkisar 1 hingga 1,5 meter, sehingga pencarian masih dapat dilakukan secara maksimal dengan tetap memperhatikan keselamatan seluruh personel yang bertugas.

Apabila korban berhasil ditemukan, Tim SAR akan segera melakukan proses evakuasi menuju Puskesmas Purwoharjo untuk penanganan dan proses identifikasi lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Related Post

Tinggalkan Komentar

banyuwanginews.com

Merupakan Media Online yang berada di Banyuwangi dengan mengutamakan informasi yang cerdas, Akurat dan berimbang