Konfercab XIV PCNU Banyuwangi Resmi Digelar di UIMSYA Blokagung

Rais Syuriah PCNU Banyuwangi, Kh. Masykur Ali Memberikan Sambutan Dalam Pembukaan Konferensi PCNU Banyuwangi Ke XIV

BanyuwangiNews.com – Konferensi Cabang (Konfercab) XIV Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi resmi dibuka pada Rabu, 7 Januari 2026. Kegiatan tersebut dipusatkan di Kampus 2 Universitas KH Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Darussalam, Blokagung, Kecamatan Tegalsari, dan dihadiri ratusan peserta dari berbagai elemen Nahdliyin.

Pembukaan Konfercab diikuti seluruh jajaran Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Banyuwangi, perwakilan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Pengurus Wilayah NU (PWNU), serta badan otonom NU, mulai dari GP Ansor, Fatayat NU, hingga IPNU-IPPNU. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi turut hadir melalui perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol).

Perwakilan dari PBNU yakni KH Dr. Miftah Fakih, serta perwakilan PWNU Jawa Timur KH.Ahsanul Haq, dan Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, KH Abdul Kholiq Syafaat dan KH Abdul Munib Syafaat.

Dalam suasana penuh khidmat, Rais Syuriyah PCNU Banyuwangi, KH Masykur Ali, menyampaikan tausiyah kebangsaan yang menekankan pentingnya Konfercab sebagai ruang refleksi dan konsolidasi jam’iyah. Ia mengajak seluruh struktur NU menjadikan forum ini sebagai pijakan untuk memperkuat peran NU menghadapi tantangan zaman.

KH Masykur Ali menjelaskan bahwa Nahdlatul Ulama kini berada pada fase An-Nahdlah Ats-Tsaniyah atau kebangkitan kedua. Jika kebangkitan pertama NU berorientasi pada menjaga akidah, tradisi keislaman, dan keutuhan negara, maka kebangkitan kedua menuntut NU berperan aktif dalam membangun peradaban umat.

Menurutnya, pesantren, masjid, dan pengajian kitab kuning tetap menjadi fondasi utama NU yang tidak boleh ditinggalkan. Namun, NU juga harus mampu menjawab tantangan baru dengan terlibat aktif di dunia pendidikan, ekonomi, kebijakan publik, hingga ruang digital.

“NU tidak boleh hanya kuat di ranah tradisi, tetapi juga harus hadir dan berpengaruh di ruang-ruang strategis kehidupan masyarakat,” tuturnya.

Dalam aspek organisasi, Rais Syuriyah PCNU Banyuwangi itu menegaskan pentingnya keterpaduan gerak antara Syuriyah dan Tanfidziyah. Ia mengingatkan agar seluruh struktur NU bergerak dalam satu arah dan satu visi, tanpa ego sektoral yang berpotensi melemahkan kekuatan jam’iyah.

“Kekuatan NU terletak pada kerapian struktur dan kesatuan langkah. Jika itu terjaga, NU akan tetap kokoh hingga tingkat ranting,” tegasnya.

KH Masykur Ali juga menaruh perhatian besar pada kemandirian ekonomi umat. Ia kembali mengangkat spirit Nahdlatut Tujjar sebagai jalan membangun kekuatan ekonomi NU. Menurutnya, penguatan lembaga ekonomi jam’iyah harus dikelola secara serius dan profesional agar NU tidak hanya besar secara jumlah, tetapi juga mandiri secara ekonomi.

Menutup arahannya, KH Masykur Ali mengajak warga NU Banyuwangi menjadikan daerah ujung timur Pulau Jawa ini sebagai simbol terbitnya cahaya kebangkitan. Dengan semangat jenggirat tangi, ia berharap NU Banyuwangi mampu menjadi teladan dalam persatuan, kedewasaan berorganisasi, serta adab dalam menyikapi perbedaan demi menyongsong masa depan NU yang lebih berdaya.

Related Post

Tinggalkan Komentar

banyuwanginews.com

Merupakan Media Online yang berada di Banyuwangi dengan mengutamakan informasi yang cerdas, Akurat dan berimbang