Tinjau KKMP Tukangkayu, Nasim Khan Dorong Koperasi Desa Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat
- by Admin
- 16 Maret 2026
BanyuwangiNews.com - Kunjungan kerja Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB, Nasim Khan di Kabupaten Banyuwangi berlanjut dengan meninjau Koperasi Konsumen Merah Putih (KKMP) Tukangkayu pada Minggu (15/3/2026).
Peninjauan ini menjadi bagian dari agenda Nasim dalam melihat secara langsung perkembangan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang tengah digencarkan pemerintah sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat berbasis desa.
Dalam kunjungan tersebut, Nasim menegaskan bahwa keberadaan koperasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menyebut Komisi VI DPR RI memberikan dukungan terhadap langkah pemerintah untuk kembali menguatkan koperasi sebagai salah satu fondasi perekonomian nasional.

Menurutnya, pengembangan koperasi tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Pengelola harus memperhatikan sistem, tata kelola, serta regulasi yang berlaku agar koperasi dapat berjalan sehat dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.
Sebagai legislator yang membidangi sektor koperasi, perdagangan, dan BUMN, Nasim juga menilai keberhasilan program koperasi desa memerlukan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah, pengurus koperasi, hingga lembaga pendukung perlu memiliki komitmen yang sama dalam mengembangkan koperasi secara profesional.
Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya siap menerima berbagai aspirasi dari pengurus koperasi di daerah jika terdapat kendala dalam pelaksanaan program. Masukan tersebut nantinya dapat menjadi bahan evaluasi dan pembahasan di Komisi VI DPR RI.
Nasim menambahkan, pemerintah sebenarnya telah menyiapkan sejumlah fasilitas untuk mempercepat pengembangan koperasi desa. Namun, koordinasi yang baik tetap diperlukan agar setiap kebutuhan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.
Melalui kunjungan tersebut, Nasim berharap program Koperasi Desa Merah Putih dapat berjalan optimal, tidak hanya di Banyuwangi tetapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia, sehingga mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa.
