BPOM Siapkan Program Intervensi Keamanan Pangan di Banyuwangi, Sasar Desa hingga Sekolah
- by Admin
- 29 April 2026
BanyuwangiNews.com - Upaya memperkuat keamanan pangan di Banyuwangi terus digenjot. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi akan segera menjalankan program intervensi keamanan pangan yang menyasar tiga sektor strategis, yakni desa, pasar, dan sekolah.
Rencana tersebut disampaikan Kepala BPOM di Jember, Benny Hendrawan Prabowo, dalam forum advokasi program keterpaduan keamanan pangan yang digelar di Banyuwangi, Selasa (28/4/2026). Kegiatan itu turut dihadiri berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Benny menegaskan bahwa penguatan keamanan pangan tidak dapat dilakukan secara parsial. Menurutnya, dibutuhkan komitmen bersama serta kolaborasi lintas sektor agar pengawasan pangan berjalan efektif mulai dari proses produksi hingga pangan dikonsumsi masyarakat.
“Melalui advokasi lintas sektor ini, kami berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, pemangku kepentingan, serta masyarakat agar tercipta lingkungan pangan yang aman,” ujar Benny.
Ia menjelaskan, keamanan pangan merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa ditawar karena menjadi fondasi kesehatan masyarakat. Karena itu, BPOM akan menggelar program intervensi yang fokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tiga lokasi utama.
Program tersebut akan dimulai dengan bimbingan teknis bagi kader desa, pengelola pasar, hingga komunitas sekolah yang melibatkan guru, siswa, dan orang tua.
“Kami akan memberikan pelatihan agar mereka memiliki pemahaman dan kesadaran lebih kuat terkait keamanan pangan,” jelasnya.
Khusus di lingkungan pendidikan, BPOM menargetkan siswa SMP dan SMA sebagai sasaran utama. Benny menyebut langkah ini dipilih agar para pelajar mampu menjadi agen edukasi yang menyebarkan pengetahuan kepada teman sebaya.
Sementara itu, di tingkat desa BPOM akan membentuk kader keamanan pangan yang bertugas melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat. Para kader diharapkan mampu membantu warga memahami cara memilih bahan pangan yang aman serta mendorong praktik pengolahan makanan yang sehat.
Sedangkan di pasar, BPOM akan membentuk komunitas penggerak yang berperan mengedukasi pedagang agar menjual produk pangan yang layak konsumsi. Komunitas tersebut juga akan mengajak konsumen lebih cermat dalam memilih makanan yang dijual di pasar tradisional.
“Ini merupakan upaya memastikan keamanan pangan dari hulu ke hilir, mulai dari pasar sebagai pusat distribusi bahan pangan, desa sebagai tempat rumah tangga memproduksi makanan, hingga sekolah sebagai tempat anak-anak mengkonsumsi,” kata Benny.
Asisten Pembangunan dan Kesra Setda Banyuwangi, M.Y Bramuda, menyatakan pihaknya mendukung penuh langkah BPOM dalam memperkuat pengawasan dan edukasi keamanan pangan di daerah.
“Keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Pemkab siap bersinergi dengan BPOM dan seluruh pihak terkait agar masyarakat mendapatkan pangan yang aman, sehat, dan berkualitas,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, juga dilakukan penandatanganan Komitmen Bersama antara BPOM di Jember dan lintas sektor sebagai bentuk keseriusan mewujudkan Banyuwangi yang lebih aman dalam konsumsi pangan.
