Tanpa Danser dan Rombongan, Ketua KDMP Benculuk Mamad Turunkan Sound Sendiri di Kirab Budaya
- by Admin
- 15 Agustus 2026
BanyuwangiNews.com - Kemegahan Pawai Kirab Budaya Sound Horeg di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, Sabtu (15/8/2026), ternyata tidak selalu harus ditunjukkan dengan rombongan besar. Di tengah puluhan peserta yang tampil lengkap dengan berbagai atraksi, ada satu peserta yang memilih cara berbeda untuk ikut meramaikan pesta rakyat tersebut.
Dia adalah Muhammad, yang akrab disapa Mamad, Ketua KDMP Desa Benculuk. Alih-alih membentuk rombongan besar, Mamad justru memilih berpartisipasi secara sederhana dengan menyewa satu unit sound horeg menggunakan biaya pribadi.
Sound tersebut adalah Putra Angkasa, perangkat sound system asal Desa Sarimulyo, Banyuwangi, yang cukup dikenal di kalangan penggemar sound horeg.
Namun ada yang berbeda dari penampilan Mamad. Sound tersebut memang akan ikut bergerak dalam barisan kirab, tetapi tidak dibarengi puluhan orang, penari kolosal maupun danser.
Mamad memilih menikmati kirab dengan konsep sederhana, Baginya, inti dari keikutsertaan bukanlah menunjukkan siapa yang paling besar, paling ramai atau paling meriah. Yang terpenting adalah bisa ikut menjadi bagian dari suasana kebersamaan masyarakat.
Sahabat Mamad, yakni nama panggilan akrabnya Mas Ali, menyebut pilihan tersebut memang tidak biasa. Namun menurutnya, kebahagiaan dalam sebuah pesta rakyat tidak harus selalu diwujudkan dengan penampilan yang mewah.
“Yang penting bahagia. Tidak harus punya rombongan besar, tidak harus ada kolosal atau danser. Yang penting kita bisa ikut, menikmati suasananya dan merasakan kebersamaan dengan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Mas Ali, keikutsertaan Mamad juga memperlihatkan bahwa setiap orang memiliki cara berbeda untuk menikmati sebuah kegiatan budaya.
Ada yang datang dengan rombongan besar, ada yang menampilkan koreografi lengkap, sementara Mamad cukup membawa sound kesayangannya dan ikut berjalan bersama barisan peserta lainnya.
“Ini kan hobi. Kalau memang senang, ya jalani. Tidak perlu terlalu memikirkan harus seperti apa. Yang penting tidak mengganggu orang lain, ikut aturan, dan kita menikmati acaranya,” tambahnya.
Ketika iring-iringan kirab mulai bergerak menyusuri jalanan Desa Benculuk, Putra Angkasa akan menjadi bagian dari kemeriahan tersebut.
Tanpa pasukan kolosal. Tanpa danser. Tanpa rombongan besar.
Hanya sebuah sound horeg yang berjalan mengikuti arus kirab, membawa semangat Muhammad alias Mamad untuk menikmati pesta rakyat dengan caranya sendiri.
Di tengah kemeriahan yang penuh warna, kisah Mamad menjadi cerita tersendiri. Sebab untuk ikut merayakan kebahagiaan bersama masyarakat, seseorang tidak harus menjadi yang paling besar atau paling ramai.
“Cukup hadir, ikut berjalan, menikmati suasana, dan pulang membawa cerita bahagia,” kata Mamad.
(Ali)
