Jelang Mudik Lebaran, Nasim Khan Tinjau Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi
- by Admin
- 16 Maret 2026
BanyuwangiNews.com - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB, Nasim Khan, melakukan kunjungan kerja perorangan di Banyuwangi, Minggu (15/3/2026), untuk memastikan kesiapan berbagai fasilitas layanan publik menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Tidak hanya meninjau sejumlah fasilitas layanan kelistrikan di Banyuwangi, Nasim Khan juga melakukan peninjauan langsung ke Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi guna melihat kesiapan layanan penyeberangan yang menjadi jalur utama penghubung Jawa dan Bali.
Sebelumnya, Nasim Khan juga mengunjungi Bandara Banyuwangi serta titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) milik PLN di kawasan wisata Grand Watu Dodol. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur transportasi dan energi dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama periode mudik.
Dalam kunjungannya ke Pelabuhan Ketapang, Nasim Khan menilai kondisi fasilitas dan layanan penyeberangan secara umum sudah cukup baik. Menurutnya, aspek keamanan, kenyamanan, hingga kebersihan area pelabuhan terlihat terjaga.
_2.jpg)
“Alhamdulillah, kunjungan hari ini kebetulan di daerah pilihan saya yaitu Banyuwangi, Situbondo dan Bondowoso. Sebelumnya kita sudah meninjau Bandara Banyuwangi yang dikelola Angkasa Pura, persiapannya luar biasa sebagai Green Airport. Sekarang kita juga melihat langsung kesiapan di ASDP Pelabuhan Ketapang,” ujar Nasim Khan.
Ia menilai kondisi pelabuhan yang aman, tertata dan bersih menjadi faktor penting dalam memberikan kenyamanan bagi penumpang, khususnya saat terjadi lonjakan jumlah pengguna jasa penyeberangan.
“Kita bisa lihat tadi pelabuhannya cukup baik, aman, rapi dan nyaman. Ini tentu yang kita harapkan untuk mendukung kelancaran arus penyeberangan,” katanya.
Nasim Khan juga menanggapi isu terkait gangguan operasional kapal yang sempat terjadi beberapa waktu lalu. Ia menyebut kejadian tersebut hanya bersifat sementara dan telah segera ditangani oleh pihak operator.
“Memang sempat ada isu kapal lambat dan sebagainya, tapi itu hanya insiden kecil saja. Hanya beberapa jam dilakukan penghentian untuk perbaikan dan dalam dua hari sudah kembali berjalan normal,” jelasnya.
Meski demikian, ia meminta pengelola pelabuhan dan operator kapal untuk terus meningkatkan pengawasan operasional agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
“Ke depan tentu controlling harus lebih maksimal. Termasuk pengawasan terkait penumpang gelap dan lain-lain. Ini harus menjadi kerja sama antara ASDP, operator kapal, kapten kapal hingga manajemen pelayaran,” ujarnya.
Nasim Khan juga menyoroti potensi peningkatan pergerakan penumpang dalam waktu dekat. Hal itu diperkirakan dipengaruhi momentum Hari Raya Nyepi di Bali yang jatuh pada 19 Maret, sehingga sebagian masyarakat memilih melakukan perjalanan lebih awal.
“Kita tahu tanggal 19 ada Nyepi di Bali, sehingga masyarakat sudah mulai berangkat lebih awal untuk menghindari antrean atau kemacetan. Alhamdulillah sekarang arusnya sudah mulai terurai,” kata Nasim Khan.
Selain itu, ia juga mendorong adanya pengembangan fasilitas di Pelabuhan Gilimanuk sebagai pelabuhan penyangga Ketapang. Menurutnya, pengembangan tersebut dapat dilakukan melalui sinergi antara PT ASDP Indonesia Ferry dan Pelindo.
“Khususnya di Gilimanuk sebagai penyangga Ketapang, ke depan bisa ada revitalisasi atau pengembangan. Ini bisa dibahas lebih lanjut dalam rapat bersama antara ASDP dan Pelindo agar ada sinergi antar sektor pelabuhan,” ungkapnya.
Terkait kemungkinan penambahan dermaga di Pelabuhan Ketapang, Nasim Khan menilai kapasitas yang ada saat ini masih cukup untuk melayani kebutuhan penyeberangan.
“Kalau di Banyuwangi saya kira masih cukup. Penambahan dermaga harus dipertimbangkan karena pada hari-hari biasa tidak selalu ramai. Yang perlu diperkuat justru di titik penyangga seperti di Gilimanuk,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap kondisi armada kapal yang beroperasi di lintasan Ketapang-Gilimanuk, terutama kapal yang telah berusia cukup lama.
“Kapal-kapal ini juga perlu diperhatikan. Ada yang usianya sudah sekitar 30 tahun. Pemerintah dan ASDP perlu melakukan pengecekan agar tetap aman dan nyaman bagi penumpang,” pungkas Nasim Khan.(Ali)
