Semingguan Beroperasi, Bagian demi Bagian KMP Tunu Pratama Jaya Mulai Terangkat dari Dasar Selat Bali
- by Admin
- 03 Februari 2026
BanyuwangiNews.com - Proses pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di perairan Selat Bali terus menunjukkan perkembangan signifikan. Memasuki hari ketiga operasi, yang dimulai sejak 29 Januari 2026, potongan demi potongan badan kapal berhasil diangkat dari dasar laut.
Pekerjaan ini dilaksanakan oleh PT Buto, perusahaan yang ditunjuk oleh pihak asuransi, dengan mengerahkan kapal derek Pioner 88 sebagai armada utama. Metode yang digunakan adalah pemotongan struktur kapal di bawah air sebelum diangkat satu per satu ke permukaan.
Sejumlah bagian vital kapal telah berhasil diangkat, termasuk lambung area kamar mesin serta dek kendaraan. Tak hanya struktur kapal, kendaraan yang masih tertinggal di dalam bangkai juga ikut dievakuasi. Hingga kini, tiga unit kendaraan sudah berhasil diangkat, namun seluruhnya dalam kondisi rusak parah akibat lama terendam dan tekanan air laut.
Seluruh material hasil pengangkatan ditempatkan di atas geladak Pioner 88. Pihak pelaksana memperkirakan kapasitas kapal derek tersebut mencukupi untuk menampung seluruh potongan bangkai kapal yang akan diangkat dalam operasi ini.
Dari sisi keselamatan pelayaran, posisi bangkai kapal kini dinilai relatif aman terhadap bentangan kabel listrik bawah laut. Sebelumnya, bangkai kapal sempat berada sekitar 200 meter dari jalur kabel tersebut, sehingga menjadi perhatian serius dalam perencanaan operasi.
Untuk menjamin keamanan aktivitas laut selama proses berlangsung, KSOP Kelas III Tanjung Wangi Banyuwangi telah menerbitkan Notice to Marine sejak 29 Januari 2026. Pemberitahuan ini ditujukan kepada seluruh nakhoda dan perusahaan pelayaran agar meningkatkan kewaspadaan di sekitar titik koordinat 08°09’33,11” LS dan 114°29’52,03” BT, lokasi pekerjaan bawah air dilakukan.
Kasi Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli KSOP Tanjung Wangi, Ni Putu Cahyani, menegaskan area di sekitar lokasi ditetapkan sebagai zona terbatas sementara. Kapal yang melintas diminta memperlambat kecepatan, menjaga komunikasi radio, serta mematuhi arahan kapal patroli yang berjaga. Area kerja juga telah diberi penanda sementara berupa buoy dan marker pengamanan.
Pemberitahuan ini berlaku hingga proses pengangkatan dinyatakan selesai atau hingga terbitnya pengumuman lanjutan. Proses evakuasi bangkai kapal diperkirakan memakan waktu sekitar satu setengah bulan.
Di tengah proses pengangkatan bangkai kapal yang telah tujuh bulan tenggelam sejak insiden Juli 2025, tim di lapangan kembali menemukan korban.
Salah satu jenazah ditemukan pada Minggu pagi (1/2/2026) sekitar pukul 06.30 WIB, mengambang tak jauh dari tongkang bercakar milik Pioner 88 yang tengah beroperasi. Korban diketahui bernama I Wayan Teja Setiawan, yang akrab disapa Wawan. Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian lengkap.
Petugas PT Buto segera berkoordinasi dengan Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H. Melalui Kasatpolairud Polresta Banyuwangi, Kompol Muchammad Wahyudi, untuk proses evakuasi yang dilakukan bersama unsur TNI AL, Basarnas, KPLP, serta stakeholder perairan lainnya. Jenazah kemudian dibawa ke tepi pantai wilayah Bali sebelum diserahkan kepada aparat Polairud Banyuwangi.
Di dalam saku celana korban ditemukan kartu identitas. Namun, kepastian identitas secara resmi masih menunggu hasil pemeriksaan tim Disaster Victim Identification (DVI). Saat ini jenazah telah dibawa ke RSUD Blambangan untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Penemuan ini menambah daftar korban yang ditemukan seiring dibukanya kembali struktur kapal yang selama ini tertutup di dasar laut.
