Rantai Dingin Berpotensi Memperkuat Daya Saing Produk Perikanan Banyuwangi.
- by Admin
- 31 Oktober 2026
BanyuwangiNews.com - Masa depan pemasaran hasil perikanan tidak hanya ditentukan oleh jumlah ikan yang tersedia, tetapi juga oleh kemampuan menjaga kualitas selama perjalanan dari produsen menuju konsumen. Dalam konteks tersebut, rantai dingin atau cold chain menjadi salah satu aspek penting yang layak diperkuat dalam pengembangan sektor perikanan Banyuwangi.
Rantai dingin mencakup penanganan bersuhu terkendali sejak bahan baku diterima, penyimpanan, pengangkutan, hingga distribusi. Untuk produk yang memerlukan pendinginan atau pembekuan, konsistensi pengendalian suhu dapat membantu mempertahankan mutu dan mengurangi risiko kerusakan.
Saat menjawab pertanyaan awak media tentang kebutuhan peningkatan kualitas pemasaran hasil perikanan, Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi Suryono Bintang Samudra, S.P., M.Si. melalui Plt. Kepala Bidang P2HP, Edy Widiantoro, S.Pi, M.Si,. Mengatakan bahwa penanganan dan pemasaran merupakan dua mata rantai yang perlu dikembangkan secara terpadu.
Penyediaan fasilitas pendingin saja tidak otomatis menyelesaikan persoalan. Fasilitas harus sesuai dengan kebutuhan komoditas, memiliki pasokan listrik yang andal, dikelola dengan baik, dan dapat diakses oleh pelaku usaha yang membutuhkannya. Biaya operasional serta kemampuan pemeliharaan juga perlu dihitung sejak awal.
Karena itu, perencanaan pengembangan rantai dingin membutuhkan data mengenai volume komoditas, pola musim, jarak distribusi, frekuensi pengiriman, kebutuhan kapasitas penyimpanan, dan biaya yang ditanggung pelaku usaha.
Pengelolaan yang tepat dapat membantu menjaga kualitas produk, memperluas jangkauan distribusi, serta mengurangi potensi kerugian akibat penurunan mutu. Namun, manfaat ekonomi tetap harus dihitung berdasarkan penghematan yang benar-benar terjadi dan kebutuhan pasar yang dapat dipastikan.
Untuk kedepannya, pemetaan kebutuhan rantai dingin dapat menjadi bagian dari perencanaan pengolahan dan pemasaran hasil perikanan Banyuwangi. Pendekatannya dapat dimulai dari identifikasi titik distribusi yang paling membutuhkan fasilitas, kemudian dilanjutkan dengan kajian kelayakan pengelolaan.
Indikator keberhasilan dapat mencakup penurunan susut mutu, kepatuhan terhadap suhu penyimpanan, efisiensi biaya distribusi, serta peningkatan jumlah produk yang mampu dipasarkan sesuai standar.
Dengan pengembangan berbasis kebutuhan dan data, rantai dingin berpeluang menjadi infrastruktur pendukung yang memperkuat posisi produk perikanan Banyuwangi di pasar yang lebih luas.
