Keamanan Pangan Jadi Kunci Kepercayaan Konsumen, Dinas Perikanan Banyuwangi Tekankan Kualitas Bahan Baku hingga Sertifikasi
- by Admin
- 30 Oktober 2026
BanyuwangiNews.com - Keamanan pangan menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan konsumen terhadap produk olahan hasil perikanan. Tidak hanya mengandalkan cita rasa dan harga yang kompetitif, pelaku usaha juga harus memastikan kualitas bahan baku, proses pengolahan, kebersihan peralatan, hingga kelayakan produk sebelum dipasarkan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa kualitas produk olahan perikanan sangat ditentukan oleh mutu bahan baku yang digunakan sejak awal proses produksi.
Menurutnya, ikan sebagai bahan baku utama harus memiliki kualitas yang baik sebelum memasuki tahapan pengolahan. Selain itu, asal-usul bahan baku juga harus dapat ditelusuri melalui sistem ketertelusuran atau traceability, baik yang berasal dari kegiatan perikanan budidaya maupun perikanan tangkap.
Untuk bahan baku dari sektor budidaya, ia mendorong agar pelaku usaha memperhatikan penerapan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB). Sementara itu, bahan baku dari perikanan tangkap juga perlu berasal dari proses penangkapan yang memperhatikan prinsip dan praktik penangkapan ikan yang baik.
Aspek kebersihan dan keamanan peralatan produksi juga menjadi perhatian. Penggunaan peralatan berbahan stainless steel atau baja tahan karat dinilai penting untuk mendukung proses pengolahan yang higienis serta meminimalkan risiko kontaminasi akibat peralatan yang mudah berkarat.
Lebih lanjut, Suryono menjelaskan bahwa pelaku usaha pengolahan hasil perikanan perlu memperhatikan pemenuhan persyaratan kelayakan pengolahan dan perizinan sesuai kategori produknya. Di antaranya Surat Keterangan Kelayakan Pengolahan (SKP), registrasi produk pangan apabila dipersyaratkan, serta sertifikasi halal bagi produk yang memenuhi ketentuan.
Menurutnya, berbagai persyaratan dan sertifikasi tersebut bukan sekadar kelengkapan administrasi, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun keyakinan konsumen terhadap keamanan dan kualitas produk yang dikonsumsi.
"Karena itu termasuk salah satu upaya untuk membangun kepercayaan konsumen," jelas Suryono saat memberikan keterangan kepada awak media.
Ia juga menegaskan bahwa Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi memiliki peran dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaku usaha pengolahan hasil perikanan. Melalui pembinaan tersebut, pelaku usaha diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kualitas bahan baku dan menerapkan proses produksi yang sesuai dengan prinsip keamanan pangan.
Dalam praktiknya, ikan merupakan komoditas pangan yang mudah mengalami penurunan mutu apabila tidak ditangani dengan benar. Penyimpanan pada suhu yang tidak sesuai, peralatan yang kurang bersih, serta proses pengolahan yang tidak memenuhi prosedur dapat meningkatkan risiko kerusakan maupun kontaminasi produk.
Karena itu, penerapan standar keamanan pangan perlu dilakukan secara konsisten, mulai dari penerimaan bahan baku, proses produksi, penyimpanan, hingga distribusi kepada konsumen. Langkah tersebut berlaku untuk produk segar, beku, kering, maupun berbagai jenis olahan siap konsumsi.
Bagi pelaku UMKM, peningkatan kualitas dapat dimulai melalui kebiasaan produksi yang sederhana tetapi berkelanjutan, seperti menjaga kebersihan tempat dan peralatan, memisahkan bahan mentah dengan produk matang, menggunakan air yang memenuhi persyaratan, serta memperhatikan penyimpanan sesuai karakteristik produk.
Ke depan, penguatan pembinaan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) diharapkan mampu mendorong pelaku usaha semakin memahami standar mutu, keamanan pangan, serta persyaratan usaha yang berlaku.
Dengan kualitas bahan baku yang terjamin, proses pengolahan yang higienis, serta dukungan legalitas dan sertifikasi sesuai ketentuan, produk olahan hasil perikanan Banyuwangi diharapkan semakin dipercaya konsumen dan mampu memperluas jangkauan pemasaran. Keamanan pangan pun menjadi fondasi penting dalam meningkatkan daya saing produk perikanan daerah.
