Perkuat Sinergi Antar instansi, Banyuwangi Siaga Antisipasi Kepadatan di Pelabuhan Ketapang
- by Admin
- 25 Mei 2026
BanyuwangiNews.com – Upaya menjaga kelancaran arus penyeberangan di Pelabuhan Ketapang terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Sejumlah instansi terkait di Banyuwangi menggelar rapat koordinasi dan evaluasi guna meminimalkan potensi kemacetan sekaligus meningkatkan pelayanan bagi pengguna jasa penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Command Center Mapolresta Banyuwangi, Senin (25/5/2026), dihadiri berbagai unsur, mulai dari Polresta Banyuwangi, KSOP Tanjung Wangi, BMKG, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, UPT P3 LLAJ Banyuwangi, Dinas Perhubungan hingga Jasa Raharja.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan menegaskan, rapat tersebut menjadi bagian dari langkah antisipatif menghadapi potensi lonjakan kendaraan pada sejumlah momentum libur panjang sepanjang tahun 2026.
Menurutnya, koordinasi antar lembaga sangat penting agar pelayanan penyeberangan tetap berjalan optimal dan tidak menimbulkan antrean panjang di kawasan pelabuhan maupun jalur menuju Ketapang.
“Fokus kami adalah memastikan sistem pelayanan terus berjalan maksimal, termasuk bagaimana mengurai kepadatan kendaraan agar aktivitas penyeberangan tetap lancar,” ujarnya kepada awak media usai rakor.
Ia menjelaskan, tantangan terdekat diperkirakan muncul pada akhir Juni hingga awal Juli mendatang saat periode libur panjang. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan penumpukan kendaraan, terlebih jika cuaca buruk memengaruhi aktivitas pelayaran di Selat Bali.
Kapolresta menyebut keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas utama. Karena itu, apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan, operasional penyeberangan tidak dapat dipaksakan demi menghindari risiko kecelakaan laut.
Selain momentum libur pertengahan tahun, Banyuwangi juga diperkirakan menghadapi peningkatan arus kendaraan pada masa Natal dan Tahun Baru. Volume wisatawan menuju Bali diprediksi meningkat signifikan, ditambah agenda Hari Raya Nyepi yang waktunya berdekatan dengan Idul Fitri pada awal tahun mendatang.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, kepolisian menyiapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari rekayasa lalu lintas, pengaturan jalur kendaraan, hingga pengamanan di area buffer zone dan kantong parkir.
“Kami ingin kendaraan bisa segera masuk kapal dan tidak menumpuk di jalan. Area parkir juga disiapkan agar pengguna jasa merasa aman dan nyaman selama menunggu antrean,” ujar Rofiq.
Sementara itu, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Arief Eko Kurnianjah mengungkapkan bahwa kondisi cuaca di perairan Selat Bali dalam beberapa hari terakhir cukup berubah-ubah dan berdampak pada operasional penyeberangan.
Menurutnya, situasi tersebut membuat proses sandar kapal hingga bongkar muat kendaraan harus dilakukan lebih hati-hati demi menjaga keselamatan pelayaran. Dampaknya, antrean kendaraan logistik sempat terjadi di beberapa titik sekitar pelabuhan.
Ia menjelaskan, operasional di dermaga Movable Bridge masih berjalan normal. Namun, antrean lebih banyak terjadi pada kendaraan logistik yang diarahkan menuju dermaga LCM karena keterbatasan jumlah kapal dengan spesifikasi tertentu yang saat ini beroperasi di lintasan Ketapang-Gilimanuk.
