Banyuwangi Kian Ramai, Perjalanan Kereta Api Tembus 1,7 Juta Penumpang pada Semester I 2026
- by Admin
- 07 Juli 2026
BanyuwangiNews.com - Minat masyarakat menggunakan moda transportasi kereta api menuju dan dari Banyuwangi terus menunjukkan tren positif. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, jumlah pengguna layanan kereta di berbagai stasiun wilayah Banyuwangi mencapai sekitar 1,7 juta orang, menjadikannya daerah dengan aktivitas penumpang tertinggi di wilayah operasional Daop 9 Jember.
Lonjakan tersebut memperlihatkan peningkatan sebesar 8,09 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Capaian itu sekaligus mengungguli wilayah lain yang berada dalam cakupan Daop 9, seperti Jember, Probolinggo, Lumajang, hingga Pasuruan.
Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan secara keseluruhan jumlah penumpang kereta api yang dilayani di wilayah Daop 9 selama Semester I 2026 mencapai sekitar 3,51 juta pelanggan. Angka tersebut mengalami kenaikan 6,18 persen dibandingkan Semester I 2025 yang tercatat sebanyak 3.306.801 pelanggan.
"Secara keseluruhan jumlah pelanggan mengalami kenaikan 6,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu," ujar Cahyo saat berada di Stasiun Banyuwangi Kota, Senin (6/7/2026).
Dari total tersebut, sekitar 1,748 juta merupakan penumpang yang berangkat, sedangkan sekitar 1,762 juta lainnya merupakan pelanggan yang tiba di berbagai stasiun dalam wilayah Daop 9.
Menurut Cahyo, tingginya mobilitas di Banyuwangi tidak terlepas dari berkembangnya sektor pariwisata, perdagangan, pendidikan, serta meningkatnya aktivitas ekonomi yang mendorong arus perjalanan masyarakat.
Salah satu stasiun dengan aktivitas tertinggi adalah Stasiun Banyuwangi Kota. Selama enam bulan pertama tahun ini, stasiun tersebut melayani sebanyak 505.851 pelanggan, menjadikannya salah satu pusat pergerakan penumpang terbesar di kawasan timur Pulau Jawa.
Di sisi lain, Kabupaten Jember berada di posisi kedua dengan total sekitar 1,44 juta penumpang atau naik 4,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kabupaten Probolinggo mencatat 189.636 pelanggan dengan pertumbuhan 4,74 persen, sementara Lumajang melayani 86.633 pelanggan yang relatif stabil.
Meski jumlah pelanggannya belum sebesar daerah lain, Kabupaten Pasuruan justru mencatat pertumbuhan paling tinggi, yakni 19,20 persen dengan total 85.172 pelanggan.
Besarnya arus penumpang menuju Banyuwangi dinilai memberi dampak positif bagi berbagai sektor usaha. Industri perhotelan, restoran, transportasi lokal, biro perjalanan wisata, hingga pelaku UMKM berpeluang menikmati peningkatan aktivitas ekonomi seiring bertambahnya jumlah wisatawan dan pelaku perjalanan.
Kondisi tersebut juga menjadi dorongan bagi penguatan konektivitas antarmoda transportasi, sehingga wisatawan yang tiba di stasiun dapat lebih mudah mengakses destinasi wisata, sentra kuliner, kawasan budaya, maupun pusat ekonomi masyarakat.
Dengan jumlah mobilitas mencapai sekitar 1,7 juta penumpang hanya dalam kurun enam bulan, Banyuwangi semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu gerbang transportasi utama di kawasan timur Jawa yang didukung pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
