Gus Syifa Nahkodai IPSI Banyuwangi 2026-2030, Siapkan Bank Atlet dan Padepokan Silat
- by Admin
- 02 Juni 2026
BanyuwangiNews.com - Kepemimpinan baru di tubuh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Banyuwangi resmi terbentuk setelah pelaksanaan Musyawarah Kabupaten (Muskab) VII yang berlangsung di Ruang Khusus DPRD Banyuwangi, Senin (1/6/2026).
Agenda lima tahunan tersebut menjadi ajang evaluasi organisasi sekaligus penentuan arah baru pembinaan pencak silat di Banyuwangi. Sejumlah perwakilan perguruan silat, pengurus IPSI Jawa Timur, KONI Banyuwangi, serta Dinas Pemuda dan Olahraga hadir dalam forum yang berlangsung sejak siang hingga sore hari.
Dalam musyawarah tersebut, Ahmad Syifa' Nailul Wafar atau yang akrab disapa Gus Syifa' dipercaya memimpin IPSI Banyuwangi untuk masa bakti 2026-2030. Terpilihnya tokoh muda tersebut diharapkan mampu membawa semangat baru bagi perkembangan pencak silat, baik sebagai olahraga prestasi maupun bagian dari kekayaan budaya bangsa.
Ketua panitia Muskab VII, Fajar Isnaini, menyebut forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas antarperguruan. Menurutnya, keberhasilan pembinaan atlet silat tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi seluruh elemen yang ada di bawah naungan IPSI.
“Musyawarah ini tidak hanya memilih ketua baru, tetapi juga menjadi ruang evaluasi program kerja dan penyamaan langkah untuk meningkatkan prestasi pencak silat Banyuwangi,” ujarnya.
Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Gus Syifa' menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Muskab yang telah memberikan amanah kepadanya. Ia menilai kepercayaan tersebut merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan bersama seluruh perguruan silat di Banyuwangi.
Pada tahap awal kepemimpinannya, Gus Syifa' akan fokus melakukan konsolidasi organisasi dengan mendatangi dan menjalin komunikasi intensif bersama perguruan-perguruan silat. Langkah tersebut dinilai penting sebagai fondasi penyusunan program kerja yang lebih terukur.
Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan silat juga menjadi salah satu prioritas. Program pembinaan tidak hanya menyasar pengurus dan atlet elite, tetapi juga menjangkau tingkat akar rumput melalui kegiatan anjangsana serta penjaringan bakat olahraga.
Untuk jangka panjang, IPSI Banyuwangi menargetkan memiliki padepokan pencak silat sebagai pusat kegiatan pembinaan dan pengembangan atlet. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi rumah bersama bagi seluruh perguruan dalam mencetak pesilat berprestasi.
Tak hanya itu, Gus Syifa' juga menyiapkan program pembentukan bank atlet yang akan menghimpun data dan potensi pesilat mulai kategori remaja hingga dewasa. Program tersebut diproyeksikan menjadi dasar pembinaan berkelanjutan guna menghadapi berbagai kejuaraan, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur mendatang.
Dengan kepemimpinan baru dan sejumlah program strategis yang telah disiapkan, IPSI Banyuwangi menargetkan lahirnya atlet-atlet silat berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat regional maupun nasional.
