Aksi Damai di Banyuwangi, Massa Minta Program MBG Tetap Berjalan dan Tata Kelola Dibenahi
- by Admin
- 27 Juni 2026
BanyuwangiNews.com - Ribuan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Banyuwangi Bergerak menggelar aksi damai di Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (27/6/2026). Mereka menyuarakan dukungan terhadap keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus mendesak pemerintah melakukan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola pelaksanaannya.
Aksi diawali dengan berkumpul di kawasan Stadion Diponegoro sekitar pukul 09.00 WIB. Para peserta yang didominasi mengenakan pakaian putih membawa bendera Merah Putih, spanduk, serta berbagai poster berisi tuntutan. Dari lokasi tersebut, massa melakukan long march menuju Kantor DPRD Banyuwangi dan dilanjutkan ke Kantor Bupati Banyuwangi sebagai lokasi penyampaian aspirasi.
Dalam orasinya, peserta aksi menegaskan bahwa Program MBG dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Karena itu, mereka meminta pemerintah memastikan program tersebut tetap berjalan dan tidak terhenti akibat persoalan yang muncul dalam pelaksanaannya.

Selain meminta keberlanjutan program, massa juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut secara tuntas apabila ditemukan dugaan penyimpangan anggaran maupun praktik korupsi dalam pengelolaan MBG. Mereka meminta proses penegakan hukum dilakukan secara transparan tanpa pandang bulu terhadap pihak yang terbukti menyalahgunakan kewenangan.
Forum tersebut turut mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelaksanaan Program MBG. Mereka meminta Badan Gizi Nasional melakukan audit pada seluruh rantai pelaksanaan, mulai dari pengadaan bahan pangan, operasional dapur penyedia makanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga penerapan standar kebersihan dan keamanan pangan agar kualitas makanan yang diterima penerima manfaat tetap terjaga.
Tak hanya itu, massa juga mengusulkan agar pemerintah membuka ruang pengawasan yang lebih luas dengan melibatkan masyarakat, akademisi, ahli gizi, serta kalangan mahasiswa. Menurut mereka, keterlibatan publik diperlukan untuk memastikan distribusi bantuan dan kandungan gizi makanan benar-benar sesuai sasaran serta memenuhi standar Angka Kecukupan Gizi (AKG).
Perwakilan Forum Masyarakat Banyuwangi Bergerak menyampaikan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk aspirasi masyarakat yang merasakan manfaat Program MBG. Mereka berharap pemerintah lebih memprioritaskan perbaikan tata kelola dan pengawasan daripada menghentikan program yang dinilai berdampak langsung terhadap pemenuhan gizi masyarakat dan masa depan generasi muda Indonesia.
(Ali)
